Ada banyak teknik sunat/khitan yang diperkenalkan di dunia medis. Ada sunat tradisional, konvensional (sayatan) dan modern. Terkini, teknik sunat klem menjadi salah satu dari sekian metode yang banyak diminati masyarakat. Salah satunya metede sunat dengan Sunathrone klamp
Khitan dengan Teknik Sunathrone Klamp
Sama seperti khitan metode klem yang lain, khitan metode ini tanpa pendarahan, tanpa jahitan sehingga mengurangi resiko penularan penyakit. Pelaksanaan khitan membutuhkan waktu yang sangat cepat 5 – 10 menit. Jahitan ataupun perban tidak diperlukan, karena pendarahannya sangat minimal. Luka sunat boleh terkena air. Anak dapat langsung beraktifitas seperti biasa. Alat sangat ringan karena terbuat dari plastik sekali pakai. Dapat buang air kecil secara biasa. Tersedia dalam berbagai ukuran sehingga dapat digunakan pada usia bayi, anak sampai dewasa.
Adapun tahapan proses khitan dengan teknik sunathrone klamp adalah
Tahap Pengukuran
Setiap penis memiliki ukuran yang berbeda-beda, sehingga harus diukur untuk memastikan ukuran alat yang akan digunakan. Sebuah kartu dengan beberapa lubang (size – o – meter) digunakan untuk mengukur diameter penis.
Tahap Khitan
Sebelum khitan, seluruh bagian penis dibersihkan, kemudian dilakukan pembiusan lokal dengan injeksi pada pangkal penis dibawah kulit. Sesaat setelah obat bius bekerja, dokter akan mulai melakukan proses pengkhitanan dengan alat sunathrone klamp, sebelumnya panjang kulup yang akan dipotong ditandai dulu dengan pena bedah. Lalu, dokter akan mengukur diameter penis dengan alat ukur khusus untuk menentukan ukuran tabung plastik yang akan digunakan. Setelah itu, kulup akan dipisahkan dari kepala penis. Tabung lalu dimasukkan di antara kulup dengan kepala penis dan dipasangkan penjepit (klem plastik) dari luar hingga mencapai ujung tabung. Lalu alat klem tersebut dikencangkan dengan tang khusus penjepit. Dengan demikian, kulup akan terjepit di antara klem dan tabung. Saat sudah dipastikan terjepit, kulup akan dipotong dengan pisau bedah. Setelah dipastikan terkunci dengan kuar, ujung tabung dapat dilepas dengan cara diputar. Klem dan tabung dibiarkan terpasang di penis selama 5 sampai 7 hari, dengan lubang di ujung tabung sebagai lubang keluarnya urine.
Tahap Perawatan Pasca Khitan
Setelah mandi bagian kulit penis yang telah dipotong diberi antiseptic 2- 5 kali sehari 3 – 5 tetes. Setelah buang air kecil bagian ujung penis dibilas dengan air melalui lubang tabung klamp, kemudian ujung penis diberi baby oil (3 – 5 tetes).
Tahap Kontrol
Setelah 5 hari, Alat klamp akan dilepas oleh dokter. Sebelum kontrol anak diwajibkan untuk merendam penis dengan air hangat selama 1 jam untuk mempermudah proses pelepasan.
Tahap Perawatan Pasca Kontrol
Pemakaian baby oil dihentikan. Setelah buang air kecil bersihkan dengan tissue kering dan oleskan antiseptik pada area penis yang telah dikhitan, usahakan penis bagian bawah tetap bersih dan kering. Setelah alat klamp dilepas, penis tidak boleh terkena air selama 2 hari, apabila terkena air segera keringkan (proses adaptasi). Kulit bekas klamp yang berwarna hitam akan terkelupas sendiri.
Pada Proses penyembuhan luka khitan bergantung pada usia, aktivitas, cara perawatan luka, dan nutrisi yang didapatkan. Proses penyembuhan luka khitan terbagi dalam 3 tahap, yang pertama yaitu Inflamasi, pada H+1 dan H+2 terjadi pembengkakan dan kemerahan di area khitan yang membuat anak menangis karena perih, sakit, takut buang air kecil, dan tidak nyaman dengan sunathrone yang terpasang. Untuk mengurangi rasa nyeri, dokter meresepkan obat antibiotik, obat nyeri, antiseptik semprot atau obat tetes yang digunakan setelah mandi, buang air kecil, dan buang air besar. Sebelum disemprot dan ditetesi obat, area khitan harus dikeringkan dulu dengan handuk lembut atau tisu. Kemudian kipas area sunat sampai anak merasa nyaman untuk menggunakan popok atau celana.
Tahap ke dua yaitu Poliferasi, pada H+3 sampai H+5, bengkak dan kemerahan pada area sunat telah berkurang, karena terjadi pembentukan kolagen, pembuluh darah dan kulit yang baru. Pada fase ini anak mulai menikmati aktivitasnya tanpa rasa sakit berlebihan. Jika anak sudah merasa nyaman, penggunaan anti nyeri bisa dihentikan, sedangkan antiseptik dan obat tetes terus diberikan agar luka cepat kering.
Tahap ke tiga yaitu Remodelling, pada H+5, mengajak anak kontrol luka khitan sekaligus melepas sunathron yang masih menempel di kulit mati. Luka khitan akan sembuh sempurna setelah melewati fase remodelling atau regenerasi kulit yang membutuhkan waktu sampai 1 bulan.
[/et_pb_text][/et_pb_column_inner][/et_pb_row_inner][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_4″ _builder_version=”4.16″ custom_padding=”|||” global_colors_info=”{}” custom_padding__hover=”|||”][et_pb_sidebar area=”et_pb_widget_area_1″ _builder_version=”4.16″ body_font=”Poppins||||||||” body_text_color=”#FFFFFF” body_font_size=”0.9vw” body_line_height=”1.8em” background_color=”#eb3155″ custom_padding=”1vw|1vw|1vw|1vw|true|true” custom_padding_tablet=”3vw|3vw|3vw|3vw|true|true” custom_padding_phone=”5vw|5vw|5vw|5vw|true|true” custom_padding_last_edited=”on|phone” body_font_size_tablet=”1.9vw” body_font_size_phone=”3.4vw” body_font_size_last_edited=”on|phone” border_radii=”on|10px|10px|10px|10px” border_width_all=”1.2px” border_color_all=”rgba(0,0,0,0)” global_module=”987466610″ global_colors_info=”{}” border_color_all__hover=”#eb3155″ border_color_all__hover_enabled=”on|hover”][/et_pb_sidebar][/et_pb_column][/et_pb_section]
Add comment