Waktu Sunat Dan Manfaatnya – Sunat atau khitan adalah hal yang wajib dilakukan oleh anak laki-laki. Tidak hanya dari sisi agama, dari sisi medis pun menerangkan bahwa sunat memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Sunat sendiri adalah tindakan memotong ujung atau menghilangkan sebagian kulit kepala penis pada anak laki-laki. Usia tindakan sunat sebenarnya tidak ditentukan, tapi tradisi sebagian adat dan budaya menganjurkan anak laki-laki sebaiknya disunat sebelum memasuki usia remaja. Namun, biasanya orangtua bingung menentukan kapan waktu yang tepat untuk anak laki-laki sunat.
Waktu Sunat Dan Manfaatnya
Menurut Integral Medical Center di London, waktu yang tepat bagi anak laki-laki untuk disunat adalah pada usia 7 hingga 14 hari. Alasannya, pada bayi yang baru berusia seminggu, darah yang akan keluar pada proses sunat akan sedikit. Selain itu, pemulihannya juga akan lebih cepat. Pada usia tersebut, pembentukan sel-sel dan jaringan masih bertumbuh dengan cepat. Selain mengurangi rasa sakit yang dirasakan oleh anak, tindakan sunat pada saat masih bayi juga akan mengurangi risiko trauma pada anak. Orangtua perlu memperhatikan kondisi anak saat akan melakukan tindakan sunat. Menyunat anak pada saat usia bayi harus dilakukan oleh dokter dan tenaga medis ahli. Tidak hanya itu, rekomendasi dari dokter untuk menyunat anak bayi juga sangat diperlukan. Selain itu, kondisi bayi juga harus dalam keadaan sehat dan organ vitalnya dalam keadaan stabil.
Sebenarnya tindakan sunat bisa dilakukan pada usia berapa saja, melakukan sunat pada usia menginjak remaja nyatanya memiliki risiko. Sunat yang dilakukan pada anak yang sudah lebih besar akan berisiko menimbulkan pendarahan dan juga memerlukan beberapa jahitan pada kulup. Selain itu, pemulihan juga akan lebih memakan waktu jika dibandingkan dengan sunat pada usia bayi.
Sunat pada pria dewasa, lebih berisiko lagi, karena pembuluh darahnya sudah membesar, maka resiko perdarahan akan lebih banyak dan penyembuhan luka lebih lama dibandingkan pada usia dini. Pemakaian device sunat seperti clamp untuk sunat modern ukurannya juga belum tentu tersedia. Namun dengan tindakan medis yang benar segala resiko bias diatasi
Kesimpulannya dari sisi medis, tidak ada usia tertentu yang dipandang optimal untuk melakukan prosedur sunat. Apabila tidak ada masalah atau indikasi medis tertentu, sirkumsisi bisa dilakukan kapan saja. Sekarang, semakin banyak orang tua yang tak segan membawa anaknya untuk dikhitan sedari dini. Latar belakangnya, selain karena adanya indikasi medis, juga untuk meminimalkan risiko terjadinya infeksi saluran kemih. Manfaat yang didapat dengan sirkumsisi yang dilakukan ketika bayi tak jauh berbeda dengan tindakan sirkumsisi yang dilakukan ketika anak usia sekolah. Bedanya, penggunaan bius bisa lebih sedikit. Lalu, ketika usia bayi, bayi belum terlalu banyak bergerak, sehingga proses penyembuhan pun bisa lebih cepat. Risiko khitan saat bayi, usia balita, hingga usia sekolah juga relatif sama.
Manfaat Sunat bagi Anak Laki-laki
Banyak manfaat sunat yang bisa dirasakan oleh anak, khususnya saat anak sudah memasuki usia dewasa. Berikut adalah manfaat sunat yang akan dirasakan para pria. Dengan melakukan sunat, anak laki-laki akan lebih mudah membersihkan organ intim mereka saat mereka dewasa. Hal ini akan membuat kebersihan organ intim anak terjaga dan akan terhindar dari berbagai penyakit kelamin. Sunat juga dapat membuat anak laki-laki terhindar dari penyakit infeksi saluran kencing. Hal ini karena kulup pada penis dihilangkan. Biasanya, kuman akan bersarang pada kulup penis yang belum disunat. Sunat nyatanya tidak akan mempengaruhi masalah kesuburan pria. Selain itu, sunat juga tidak akan mempengaruhi masalah seksual pria. Anak yang telah disunat akan terhindar dari berbagai masalah penyakit penis seperti infeksi atau pun peradangan. Bahkan, beberapa penelitian juga menyatakan bahwa tindakan sunat dapat meningkatkan ketahanan tubuh dari penyakit seksual menular seperti HIV atau AIDS.
[/et_pb_text][/et_pb_column_inner][/et_pb_row_inner][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_4″ _builder_version=”4.16″ custom_padding=”|||” global_colors_info=”{}” custom_padding__hover=”|||”][et_pb_sidebar area=”et_pb_widget_area_1″ _builder_version=”4.16″ body_font=”Poppins||||||||” body_text_color=”#FFFFFF” body_font_size=”0.9vw” body_line_height=”1.8em” background_color=”#eb3155″ custom_padding=”1vw|1vw|1vw|1vw|true|true” custom_padding_tablet=”3vw|3vw|3vw|3vw|true|true” custom_padding_phone=”5vw|5vw|5vw|5vw|true|true” custom_padding_last_edited=”on|phone” body_font_size_tablet=”1.9vw” body_font_size_phone=”3.4vw” body_font_size_last_edited=”on|phone” border_radii=”on|10px|10px|10px|10px” border_width_all=”1.2px” border_color_all=”rgba(0,0,0,0)” global_module=”987466610″ global_colors_info=”{}” border_color_all__hover=”#eb3155″ border_color_all__hover_enabled=”on|hover”][/et_pb_sidebar][/et_pb_column][/et_pb_section]
Add comment