Trik Membujuk Anak Untuk Di Khitan – Bapak dan ibu, sudahkah anak laki-lakinya disunat atau dikhitan? Jika belum, di masa liburan sekolah saat ini ada baiknya memanfaatkan kesempatan ini untuk membawa mereka ke tempat berkhitan. Perlu diingat di masa pandemi covid 19 saat ini, selain memilih rumah khitan yang aman dan terpercaya, bapak ibu juga harus tepat memilih metode khitan yang nyaman untuk anak anda. Berikut ini a
kan diuraikan bagaimana membujuk anak agar mau di khitan.
Persiapkan pengetahuan bapak ibu akan Sunat/khitan.
Sebelum bapak ibu mengajak anaknya khitan, bapak ibu wajib mencari informasi terlebih dahulu tentang khitan, bagaimana prosesnya, risiko dan cara perawatannya.
Dengan semakin bertambah pengetahuan bapak dan ibu tentang khitan, maka bapak ibu akan lebih tenang dalam menghadapi proses khitan anak anda, karena ketenangan bapak ibu akan berpengaruh dengan psikis anak anda. Khitan, atau istilah yang lebih akrab di masyarakat adalah sunat merupakan sesuatu hal yang diajarkan dalam agama islam, khususnya pada anak laki-laki. Khitan dapat diartikan sebagai prosesi pemotongan ujung kelamin anak laki-laki. Walaupun khitan lebih diutamakan dilakukan oleh anak laki-laki, namun di beberapa budaya, anak perempuan juga diberlakukan khitan. Secara sudut pandang kesehatan, khitan dianggap perlu dilakukan pada anak laki-laki karena memiliki tujuan untuk kesehatan. Ujung daging dari kelamin anak laki-laki yang belum dikhitan, sedikit menjulur keluar seperti belalai mini. Ujung inilah yang harus dipotong karena jika tidak dipotong, makan sisa-sisa pembuangan urine atau air kencing akan mengendap dan arena air kencing merupakan kotoran, maka akan mengundang banyak bakteri yang berbahaya yang dapat merusak jaringan dan fungsi alat kelamin.
Teknik khitan
Terdapat dua cara tindakan operasi khitan yang biasa dilakukan pada anak anda, yaitu secara konvensional dan smart clamp. Cara pertama (konvensional) adalah dengan memotong kulit yang menutupi glans penis, kemudian menjahitnya. Sementara smart klamp adalah metode menghentikan aliran darah ke preputium sehingga preputium akan mengalami kematian dan terlepas sendiri. Kekurangan dari cara kedua adalah pengerjaannya membutuhkan waktu yang lebih lama bila dibandingkan dengan cara yang pertama, tetapi ini yang paling aman karena kepala penis terlindungi dan resiko perdarahan sedikit.Sebelum melakukan tindakan khitan, anak anda akan diberikan anestesi lokal, sedangkan pada tindakan khitan yang dilakukan saat bayi dan balita, biasanya diberikan anestesi umum, supaya memudahkan dokter untuk melakukan tindakan.
Pasien yang tidak boleh khitan
Pasien yang memiliki kondisi medis tertentu tidak dapat melakukan tindakan khitan, karena dapat berisiko terjadinya komplikasi. Beberapa kondisi medis tertentu tersebut seperti adanya hipospadia di muara uretra yang terletak tidak pada ujung penis, tetapi pada bagian ventral penis. Hipospadia adalah kondisi di mana pasien seakan-akan telah dikhitan dari dalam kandungan. Selain itu, ketika pasien memiliki epispadia, berkebalikan letaknya dengan hipospadia, yaitu di bagian dorsal penis, dengan gejala yang sama. Pasien juga tidak dapat melakukan tindakan khitan apabila memiliki kelainan pembekuan darah, seperti hemofilia dan anemia aplastik.Maka itu, ada baiknya tindakan khitan dilakukan di rumah sakit bersama dokter spesialis bedah umum atau dokter spesialis bedah anak, agar apabila ditemukan adanya kelainan organ atau kondisi medis tertentu, dokter dapat memberikan penjelasan dan penanganan yang lebih tepat.
Usia terbaik untuk khitan
Dari sisi medis, tidak ada usia tertentu yang dipandang optimal untuk melakukan prosedur khitan. Apabila tidak ada masalah atau indikasi medis tertentu, khitan bisa dilakukan kapan saja. Sekarang, semakin banyak orangtua yang tak segan membawa anaknya untuk dikhitan sedari dini. Latar belakangnya, selain karena adanya indikasi medis, juga untuk meminimalkan risiko terjadinya infeksi saluran kemih.
Manfaat yang didapat dengan khitan yang dilakukan ketika bayi tak jauh berbeda dengan tindakan khitan yang dilakukan ketika anak usia sekolah. Bedanya, penggunaan bius bisa lebih sedikit. Lalu, ketika usia bayi, bayi belum terlalu banyak bergerak, sehingga proses penyembuhan pun bisa lebih cepat. Risiko khitan saat bayi, usia balita, hingga usia sekolah juga relatif sama.
Trik Membujuk Anak Untuk Di Khitan
1. Memperkenalkan anak bahwa khitan adalah kewajiban bagi muslim
Katakan bahwa setiap muslim harus dikhitan. Sedangkan untuk yang non-muslim, dengan melakukan khitan dapat menjaga kesehatan tubuh dari infeksi virus, jamur dan bakteri patogen.
Mengapa agama islam mewajibkan untuk dilakukannya khitan pada anak laki-laki, ada beberapa alasan;
pertama, khitan diarahkan pada organ kelamin atau organ reproduksi. Islam sangat menghargai dan mengutamakan kesehatan organ kelamin karena salah satu fungsi utama bagi organ kelamin adalah untuk reproduksi. Penciptaan manusia dimulai dengan aktivitas seksual yang didalamnya terjadi aktivitas organ kelamin. Untuk menghasilkan keturunan yang baik, dan sempurna, harus dimulai dengan kesehatan yang baik dan sempurna pula dari organ kelamin. Khitan ditujukan untuk menjaga kesehatan organ kelamin agar ketika sampai waktunya nanti, proses penciptaan manusia melalui proses reproduksi dapat menghasilkan keturunan dan umat yang baik, sehat dan sempurna.
Kedua, khitan disimbolkan sebagai tanda baligh atau persiapan menuju kedewasaan. Anak laki-laki yang sudah dikhitan, bagi kepercayaan di masyarakat, biasanya terlihat lebih cepat menjadi dewasa. Tubuhnya tumbuh lebih cepat, pertambahan tingginya menjadi lebih cepat, dan suaranya membesar seperti suara laki-laki dewasa, serta akan tumbuh bulu di beberapa bagian tubuh seperti di kemaluan, di ketiak, kumis, dan janggut.
Ketiga, khitan mendidik anak untuk ikhlas dan tidak pelit. Anak diminta untuk mengikhlaskan dan merelakan bagian dari tubuhnya untuk diambil. Orangtua harus memberikan penjelasan bahwa pada hakekatnya khitan berarti ikhlas melepaskan hal yang dimiliki yang potensial untuk memberikan dampak buruk bagi kesehatan tubuh.
2. Perkenalkan Anak Tentang Khitan
Bapak ibu dapat menceritakan tentang khitan. Jelaskan apa itu khitan, kenapa wajib khitan dan ceritakan proses khitan dengan cara yang seru dan menarik. Hindari kesan menakut-nakuti saat bercerita tentang khitan, karena hal tersebut dapat membuat anak merasa tidak nyaman bahkan takut.
3. Jelaskan pada anak bahwa khitan itu tidak sakit
Dengan menutupinya seperti itu, terkadang anak dapat langsung mempercayainya. Akan tetapi, tak sedikit anak malah merasa sedang dibohongi. Jika sudah seperti itu, Anda sebaiknya mengatakan yang sejujurnya. Anda bisa menjelaskan seperti ini, khitan memang terasa sakit, akan tetapi hanya sebentar saja kok, seperti digigit semut rasanya
4. Rayu dengan hadiah
Ini adalah strategi yang umum digunakan oleh banyak orangtua. Membujuk anak dengan hadiah yang dia inginkan seperti video game, sepeda, mainan, atau keinginan anak untuk berlibur ke tempat rekreasi juga dapat membangkitkan motivasi anak untuk berani untuk dikhitan. Sebelumnya bapak ibu harus tahu dan mencari tahu hadiah apa yang benar-benar diinginkan oleh anak anda. Hadiah akan efektif jika hadiah tersebut merupakan sesuatu yang benar-benar diinginkan oleh anak. Hadiah juga dapat berupa uang yang nantinya akan diterima oleh anak ketika dikhitan sebagai hasil pemberian dari tamu undangan yang datang.
5. Ceritakan pengalaman orang lain
Strategi lainnya adalah memberikan contoh anak atau temannya yang sudah besar tetapi belum berani dikhitan. Katakan pada anak bahwa itu adalah sesuatu yang memalukan yang tidak dapat ditiru. Katakan juga bahwa anak anda bukan seperti temannya yang penakut. Anak anda adalah anak yang baik dan pemberani. Dengan demikian, anak akan menghindari diri untuk dikatakan penakut seperti contoh temannya tersebut dan akan berani untuk dikhitan.
Ceritakan juga pengalaman teman-temannya yang sudah dikhitan.Pengalaman saat ayah atau kakak laki-lakinya ketika dikhitan juga dapat dijadikan alternatif untuk membujuk anak untuk berani dikhitan. Pengalaman ayah atau kakak berfungsi sebagai model atau gambaran yang akan dihidupkan oleh anak di dalam pikirannya. Cara ini biasanya sangat efektif asalkan cerita mengenai pengalaman ayah dan kakak, bukanlah pengalaman yang menyeramkan dan membuat trauma anak. pilihlah pengalaman yang menyenangkan dan dapat membuat anak termotivasi untuk berani dikhitan.
6. Katakan bahwa anak anda adalah anak yang pemberani.
Pada dasarnya anak-anak senang dikatakan pemberani dan dikatakan memiliki keberanian yang mirip dengan jagoan idolanya. Misalkan jagoan idolanya adalah spiderman atau batman, katakan bahwa dia adalah anak yang pemberani seperti spiderman. Dengan mengatakan demikian, harga diri anak akan meningkat dan perlahan-lahan kita mengatakan bahwa anak pemberani tidak takut oleh apapun termasuk dikhitan. Jika harga dirinya sudah tinggi, maka ketika orangtua menantangnya untuk dikhitan, ia akan menyanggupinya dengan berani untuk dikhitan dan menjelang hari “H”, jauhkan anak-anak dengan teman sebayanya jangan anggap sepele yang terakhir ini. Anda harus menjauhkan anak anda dari pengaruh perkataan teman-temannya yang menakut-nakuti si anak menjelang acara khitanannya.
7. Motivasi Anak Tentang Tempat Khitan Yang Asik Dan Menarik
Bapak ibu dapat bercerita kepada anaknya tentang keseruan di tempat khitan, dengan cara mengajak anaknya melihat video bahkan anda langsung mengajak anak anda berkunjung dan melihat tempat khitan favorit.
8.Pilih metode khitan yang aman dan nyaman
Seiring perkembangan zaman, banyak sekali metode khitan yang bermunculan. Bapak ibu juga dapat berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan metode yang aman dan nyaman buat anak anda serta dapat memilih salah satu metode khitan yang sesuai dengan kondisi finansial dan kondisi anak . Karena setiap anak berbeda kondisi dan cara penanganannya.
9. Kenali Karakter dan Psikis Anak
Bapak ibu, setiap anak terlahir berbeda, baik fisik maupun psikis.
Ada anak yang tangguh saat menghadapi tindakan khitan, namun ada juga anak yang takut dan butuh pendampingan penuh dari ayah dan ibu. Dengan mengetahui karakter dan psikis anak, bapak ibu dapat memberitahukan kepada dokter agar menyesuaikan dengan karakter anak dan menghadapi proses khitan dengan tenang.
10. Jangan paksa anak untuk dikhitan jika memang dia belum siap.
Anak yang belum siap secara fisik dan mental jangan dipaksakan untuk di khitan karena justru akan membuatnya stres dan trauma. Jika anak benar-benar sudah berani untuk dikhitan, beri kesempatan kepadanya untuk mengusulkan waktu pelaksanaannya. Ini salah satu cara untuk benar-benar mengetahui kapan anak benar-benar siap dan mengajarinya bertanggung jawab dengan ucapan dan keinginannya. Katakan pada anak bahwa kita sebagai orangtua sangat mengharapkan anak berani untuk memutuskan dikhitan. Berikan batasan pada anak mengenai waktunya, misalnya orang tua menunggu sampai maksimal anak naik ke kelas 6. Jika tidak, maka mau tidak mau ketika sampai waktu tersebut, anak akan dikhitan.
11. Dampingi anak selalu
Setelah proses khitan selesai, orangtua masih harus terus mendampinginya dengan tak membuatnya melakukan banyak aktivitas. Areal intim juga harus selalu diperhatikan kebersihannya dengan membersihkan menggunakan air atau tisu. Jangan lupa juga ingatkan dia agar mengurangi gesekan pada permukaan yang dikhitan. Setelah tindakan khitan, anak anda akan mengalami beberapa reaksi jangka pendek yang tidak membahayakan. Oleh karena itu, hal ini tidak perlu dikhawatirkan. Reaksi tersebut antara lain seperti rasa ngilu pada kepala penis yang baru dikhitan. Hal tersebut wajar dan terjadi karena kepala penis menjadi lebih sensitif terhadap sentuhan atau kontak dengan celana dalam. Rasa ngilu akan berangsur-angsur berkurang dalam kurun waktu dua sampai empat minggu.
Anak anda disarankan untuk menggunakan celana dalam yang lebih longgar atau celana dalam khitan. Bila selesai berkemih jangan lupa bersihkan sisa air dengan tisu atau kasa pada tiga hari pertama selesai dikhitan. Obat minum yang diberikan dokter harus segera diminumkan sesuai aturan agar mengurangi nyeri setelah khitan. Konsultasikan dengan dokter yang mengkhitan anak anda jika memiliki gangguan setelah khitan.
[/et_pb_text][/et_pb_column_inner][/et_pb_row_inner][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_4″ _builder_version=”4.16″ custom_padding=”|||” global_colors_info=”{}” custom_padding__hover=”|||”][et_pb_sidebar area=”et_pb_widget_area_1″ _builder_version=”4.16″ body_font=”Poppins||||||||” body_text_color=”#FFFFFF” body_font_size=”0.9vw” body_line_height=”1.8em” background_color=”#eb3155″ custom_padding=”1vw|1vw|1vw|1vw|true|true” custom_padding_tablet=”3vw|3vw|3vw|3vw|true|true” custom_padding_phone=”5vw|5vw|5vw|5vw|true|true” custom_padding_last_edited=”on|phone” body_font_size_tablet=”1.9vw” body_font_size_phone=”3.4vw” body_font_size_last_edited=”on|phone” border_radii=”on|10px|10px|10px|10px” border_width_all=”1.2px” border_color_all=”rgba(0,0,0,0)” global_module=”987466610″ global_colors_info=”{}” border_color_all__hover=”#eb3155″ border_color_all__hover_enabled=”on|hover”][/et_pb_sidebar][/et_pb_column][/et_pb_section]
Add comment