Metode Sunat apa yang cocok untuk anak anda ? Ada berbagai metode sunat. Beberapa metode yang populer adalah metode sunat konvensional dan sunat cincin. Sunat cincin sendiri terdiri atas beberapa jenis, seperti klem Gomco, klem Mogen, Plastibell, dan Smart Klamp.
Metode Sunat apa yang cocok untuk anak anda ?
Metode sunat konvensional/sirkumsisi
Metode sirkumsisi ini merupakan metode bedah minor yang biasa dalam proses khitan. Setelah area penis disterilkan, dilakukan bius lokal, lalu dokter akan memotong kulit kulup penis menggunakan gunting ataupun pisau bedah. Selanjutnya luka akan dijahit dengan menggunakan benang yang dapat diserap oleh tubuh. Metode inilah yang paling banyak dilakukan oleh tenaga medis profesional dari dulu hingga kini. Metode bedah sirkumsisi ini membutuhkan waktu yang lebih panjang baik saat pengerjaan, maupun proses penyembuhan.
Proses khitan biasanya berlangsung 30-50 menit, sementara proses perawatan pascakhitan pun sedikit lebih repot, karena luka tidak boleh terkena air supaya jahitan menutup dengan sempurna, selain harus dilakukn penggantian perban selama kurang lebih tujuh hari. Metode ini memiliki resiko infeksi dan perdarahan yang kecil karena menggunakan alat alat medis yang disterilkan dan dengan penjahitan yang menjamin perdarahan terkontrol dengan baik. Metode sirkumsisi ini lebih terjangkau dan terutama diindikasikan pada kasus-kasus fimosis.
Mengenal Sunat Cincin dan Macamnya
Sunat cincin dilakukan dengan alat khusus yang dipasang secara melingkar di kulit penis. Alat ini bertujuan untuk menghambat aliran darah ke bagian kulup yang akan dipotong, sehingga mencegah terjadinya perdarahan hebat. Sunat cincin dapat dilakukan pada bayi baru lahir maupun anak yang lebih dewasa. Berikut ini adalah beberapa jenis sunat cincin yang dapat dilakukan pada bayi baru lahir dan anak-anak:
Klem Gomco
Metode sunat ini paling populer dilakukan pada bayi baru lahir karena cepat, efektif, dan minim risiko terjadinya perdarahan. Pada prosedur sunat dengan klem Gomco, pertama-tama kulup akan dipisahkan dari kepala penis menggunakan alat khusus yang disebut probe. Sayatan kemudian dibuat pada kulup untuk memungkinkan alat berbentuk seperti lonceng dipasang di antara kepala penis dan kulup. Setelah alat terpasang, kulup akan ditarik ke atas melewati alat tersebut dan dipasangkan penjepit di sekitarnya untuk mengurangi aliran darah ke area kulup. Pada tahap terakhir, kulup akan dipotong dengan pisau bedah lalu dibuang.
Klem Mogen
Sama seperti klem Gomco, sunat dengan klem Mogen diawali dengan memisahkan kulup dari kepala penis. Kemudian, kulup ditarik ke atas kepala penis dan dipasangkan penjepit logam dengan celah di dalamnya. Setelah penjepit terpasang, kulup akan dipotong dengan pisau bedah. Penjepit ini akan tetap dibiarkan terpasang selama beberapa menit untuk mencegah perdarahan.
Plastibell
Jenis sunat cincin yang satu ini juga serupa dengan teknik klem Gomco. Setelah dilakukan pemisahan antara kulup dengan kepala penis, alat seperti lonceng plastik ditempatkan di antara kulup dan kepala penis. Selanjutnya, sebuah benang akan diikatkan melingkar membentuk cincin di luar kulup untuk menghambat aliran darah ke kulup. Usai benang diikat, kulup akan dipotong dengan pisau bedah lalu lonceng plastik akan dilepas. Ikatan benang plastik berbentuk cincin biasanya dibiarkan selama 7–10 hari hingga terlepas dengan sendirinya.
Smart Klamp
Untuk anak yang sudah lebih besar, sunat cincin dapat dilakukan dengan Smart Klamp. Jenis sunat cincin ini menggunakan alat khusus berbentuk tabung yang lengkap dengan klem plastik. Ukuran tabung yang dipakai bervariasi, yaitu antara 10–21 mm dan disesuaikan dengan ukuran penis.
Pada Smart Klamp, panjang kulup yang akan dipotong ditandai dulu dengan pena bedah. Lalu, dokter akan mengukur diameter penis dengan alat ukur khusus untuk menentukan ukuran tabung plastik yang akan digunakan. Setelah itu, kulup akan dipisahkan dari kepala penis. Tabung lalu dimasukkan di antara kulup dengan kepala penis dan dipasangkan penjepit (klem plastik) dari luar hingga mencapai ujung tabung. Dengan demikian, kulup akan terjepit di antara klem dan tabung. Saat sudah dipastikan terjepit, kulup akan dipotong dengan pisau bedah. Klem dan tabung dibiarkan terpasang di penis selama 5 sampai 7 hari, dengan lubang di ujung tabung sebagai lubang keluarnya urine.
Kelebihan Sunat Cincin
Pada bayi baru lahir, kelebihan sunat cincin adalah waktu sunat yang cepat dan minim risiko perdarahan. Sementara pada anak yang sudah lebih besar, berikut ini adalah beberapa kelebihan sunat cincin dengan metode Smart Klamp. Proses sunat sangat cepat, yakni sekitar 5–8 menit. Anak sudah bisa langsung memakai celana dan beraktivitas seperti biasa. Tidak memerlukan jahitan atau perban karena prosedur sunat cincin minim perdarahan, bahkan penis boleh terkena air setelah disunat
Kekurangan Sunat Cincin
Meskipun memiliki banyak kelebihan, terdapat juga beberapa kekurangan sunat cincin, antara lain: Biaya relatif lebih mahal daripada sunat biasa (konvensional) karena memerlukan alat khusus. Proses pemulihan setelah sunat cenderung lama, yaitu sekitar 10 – 14 hari. Meningkatkan risiko terjadinya pembengkakan penis. Hasil akhir pemotongan kulup kurang baik. Menimbulkan cedera penis akibat tindakan pelepasan klem dan tabung pada sunat cincin dengan Smart Klamp.
Mana yang lebih baik?
Setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan. Untuk itu drisarankan untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan penjelasan tentang metode apa yang paling cocok disesuaikan dengan kondisi pasien maupun biaya yang akan dikeluarkan. Selama dikerjakan oleh tenaga medis yang kompeten dan profesional maka akan meminimalkan efek yang tidak diinginkan.
Itulah inforamsi mengenai beragam macam metode sunat, jadi Metode Sunat apa yang cocok untuk anak anda ?
[/et_pb_text][/et_pb_column_inner][/et_pb_row_inner][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_4″ _builder_version=”4.16″ custom_padding=”|||” global_colors_info=”{}” custom_padding__hover=”|||”][et_pb_sidebar area=”et_pb_widget_area_1″ _builder_version=”4.16″ body_font=”Poppins||||||||” body_text_color=”#FFFFFF” body_font_size=”0.9vw” body_line_height=”1.8em” background_color=”#eb3155″ custom_padding=”1vw|1vw|1vw|1vw|true|true” custom_padding_tablet=”3vw|3vw|3vw|3vw|true|true” custom_padding_phone=”5vw|5vw|5vw|5vw|true|true” custom_padding_last_edited=”on|phone” body_font_size_tablet=”1.9vw” body_font_size_phone=”3.4vw” body_font_size_last_edited=”on|phone” border_radii=”on|10px|10px|10px|10px” border_width_all=”1.2px” border_color_all=”rgba(0,0,0,0)” global_colors_info=”{}” border_color_all__hover=”#eb3155″ border_color_all__hover_enabled=”on|hover” global_module=”987466610″ theme_builder_area=”post_content”][/et_pb_sidebar][/et_pb_column][/et_pb_section]

Add comment