Setelah sebulan penuh berpuasa di Bulan Ramadhan seringkali menjadikan hari Lebaran ajang balas dendam. Semua menu yang dihidangkan saat Lebaran sangat lezat dan enak, tidak mengherankan jika banyak orang yang mengonsumsinya lebih dari sekali. Siapapun tidak dapat menolaknya, tanpa berpikir panjang langsung menyantap hidangan tersebut tanpa henti walau perut sudah terasa kenyang dan sering membuat kita lupa tentang program diet.
Tapi selalu ada cara untuk menjaga berat badan tetap stabil sesudah Lebaran.
Sarapan pagi
Sebelum pandemi Covid-19, silaturrahmi menjadi momen penting saat Lebaran. Namun, saat ini berkunjung ke rumah saudara tidak disarankan bila tidak mengetahui riwayat perjalanan keluarga tsb sebelumnya. Untuk keluarga yang masih dalam satu lingkungan, bisa melakukan silaturrahmi dengan tetap melakukan protokol kesehatan.
Saat berkunjung disarankan untuk sarapan terlebih dahulu dengan makanan yang mengandung tinggi serat dan rendah kalori, seperti buah-buahan, oatmeal, atau roti gandum. Dengan begitu, perut akan kenyang lebih lama sehingga tidak akan makan berlebihan saat berkunjung ke rumah saudara.
Mengatur porsi makan
Setelah satu bulan berpuasa, sebaiknya biarkan tubuh untuk beradaptasi dengan jadwal makan yang normal. Salah satu caranya adalah dengan mengatur pola makan.
Untuk menjaga berat badan, jumlah kalori harus diketahui sesuai kebutuhan masing-masing individu setiap harinya. Hal ini dihitung dari tinggi badan, berat badan, serta klasifikasi aktivitas harian.
Seandainya siang hari berencana menyantap makanan dengan porsi lebih banyak (misalnya menu lengkap seperti ketupat, opor dan rendang), sebaiknya porsi makan saat sarapan dan makan malam dibatasi.
Hindari makanan dan minuman manis
Tak hanya selektif dalam memilih menu makanan saat lebaran, menu minuman kamu juga perlu mendapat perhatian. Rata-rata camilan dan minuman yang dihidangkan saat lebaran banyak mengandung gula dan diketahui menyumbang kalori yang cukup besar dan dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Misalnya kue putri salju, kue nastar, es sirup, es buah, minuman soda dan lainnya. Jika dikonsumsi secara berlebihan bisa meningkatkan resiko kenaikan berat badan hingga obesitas, diabetes.
Fokus ke menu utama
Saat lebaran usahakan pula untuk terfokus ke menu utama (makanan inti). Seringkali kita makan diawali dengan camilan-camilan ringan dengan menunda menu utama yang ada, karena menganggap porsi makanan utama lebih banyak dan membuat kita gemuk, padahal bila dihitung, 1 kue nastar tsb mengandung hingga 75 kalori. Bayangkan kalau dikonsumsi lebih dari 3 kue nastar. Padahal bila kita langsung memakan makanan inti kalorinya hampir sama dan yang pasti lebih mengenyangkan.
Selain itu, jangan menahan terlalu lama untuk tidak makan saat lebaran. Terlalu lama menahan lapar terkadang membuat kita justru lebih lapar dan akhirnya menjadi makan lebih banyak.
Perbanyak konsumsi air putih dan buah
Sebelum nyemil kue lebaran dan makan ketupat, lengkapi juga dengan mengonsumsi buah-buahan. Konsumsi buah yang kamu sukai dan sebaiknya sebelum makan. Jangan lupa juga untuk memenuhi kebutuhan cairan dengan cara mengkonsumsi air putih di pagi hari agar tubuh tetap terhidrasi, sebab ada banyak hal terjadi jika tubuh mengalami dehidrasi. Salah satunya tubuh yang kesulitan dalam mencerna makanan yang membuat kita merasa sulit kenyang dan makan lebih banyak. Minimal mengkonsumsi air putih sebanyak delapan gelas per hari.
Aktivitas fisik
Meski sedang libur panjang, jangan lupa untuk aktivitas fisik. Tidak perlu melakukan olahraga yang berat. Minimal melakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki selama 15-30 menit. Kerjakan secara rutin agar berat badan terkontrol.
Add comment