Cara Merawat Luka Sunat Anak Agar Cepat Kering
- Alihkan perhatian anak
- Ganti kain kasa secara berkala
- Berikan obat pereda nyeri
- Gunakan celana dalam sunat yang nyaman
- Bersihkan area penis secara rutin dan hati-hati
- Hindari makanan pemicu alergi agar luka bekas sunat cepat kering
- Kompres dengan air es
- Batasi aktivitas si kecil agar bekas luka sunat cepat kering
- Dampingi anak saat buang air besar (BAB)
- Hindari langsung mandi atau jika khawatir, lebih baik waslap saja agar luka bekas sunat cepat kering
Anak anda baru sunat maka orang tua harus mengetahui cara merawat luka sunat agar cepat pulih dan dapat beraktivitas seperti biasanya. Meski luka tergolong kecil dan akan sembuh dengan sendirinya, namun perawatan tetap harus dilakukan guna mencegah risiko infeksi. Terlebih anak yang relatif kecil biasanya sangat aktif bergerak sehingga dikhawatirkan terjadi gesekan pada luka sunat. Kulit kepala penis yang dipotong tentu sangat menyakitkan. Rasa sakitnya bahkan bisa bertahan ketika obat bius sudah hilang sehingga rentan membuat anak menjadi uring-uringan karena tak kuasa menahan rasa sakit pasca sunat pasti akan sulit untuk ditenangkan. Supaya luka pada penis anak yang baru disunat cepat sembuh, berikut beberapa cara agar luka sunat cepat kering.
Alihkan perhatian anak
Tak bisa dimungkiri bahwa anak mungkin akan mengeluh rasa sakit setelah sunat. Dengan kondisi anak yang seperti itu, anda sebagai orang tua tidak boleh diam saja. Sebaliknya, alihkan perhatian si kecil dengan permainan yang tidak melibatkan aktivitas fisik, seperti berlari atau berjalan terlalu lama guna mencegah pembuluh darah yang terluka agar tidak meradang.Untuk anak yang lebih besar bisa bermain game.Â
Ganti kain kasa secara berkala
Jika luka sunat dibungkus dengan kain kasa, maka kain kasa harus selalu dalam keadaan kering sampai tiga hari ke depan. Apabila kain kasa basah, segera ganti dengan yang baru. Berikut cara mengganti kain kasa pada luka sunat, bukalah perban perlahan-lahan, jika ada kasa yang menempel, gunakan kasa yang telah dibasahi air hangat atau cairan infus untuk melepaskannya. Ganti kasa dengan kasa steril dan plester yang baru. Pastikan penis dalam keadaan bersih sebelum dibalut dengan kasa kembali. Untuk sunat metode lain bersihkan dengan betadin di bekas luka sunat.
Berikan obat pereda nyeri
Anak yang melakukan sunat di rumah sakit biasanya akan diresepkan obat pereda nyeri oleh dokter. Obat pereda nyeri bisa berupa paracetamol atau ibuprofen dan asam mefenamat. Anda dapat memberikan obat tersebut saat anak merintih kesakitan. Selain itu antibiotik dan anti radang juga diberikan. Namun, pastikan anda mengikuti anjuran dokter saat memberikan obat.
Gunakan celana dalam sunat/celana batok
Agar anak tetap merasa nyaman pasca sunat, berikan celana dalam yang nyaman dengan bahan yang lembut, seperti bahan katun. Celana dalam juga tidak boleh terlalu ketat agar dapat menopang penis sehingga tidak banyak terjadi lecet.Â
Bersihkan area penis secara rutin dan hati-hati
Pasca sunat, area luka penis memang harus rajin dibersihkan, tapi berhati-hatilah saat membersihkannya. Sebab ini adalah area yang sensitif dan harus selalu dalam keadaan kering. Untuk itu, bantu anak anda ketika buang air dan sesudahnya. Lakukan perawatan dengan cara yang benar. Gunakan air hangat suam-suam kuku untuk membersihkan area luka dan lap dengan handuk kering dengan cara ditepuk pelan-pelan.
Hindari makanan pemicu alergi agar luka bekas sunat cepat kering
Jika anak anda memiliki riwayat alergi, sebaiknya hindari makanan pemicunya. Sebab apabila gatal disekitar penis akan menyulitkan. Untuk itu, anda perlu cermat mencatat asupan makanan pada anak setelah sunat agar luka sunatnya cepat kering.Â
Kompres dengan air esÂ
Jika luka sunat membengkak, anda bisa mengompresnya dengan cairan rivanol. Akan tetapi, bila tidak ada cairan rivanol, gunakan air es sebagai penggantinya. Kompres bagian yang bengkak dengan kain bersih berisi es selama 10Â menit. Jangan didiamkan, jika didiamkan luka sunat tidak akan cepat kering bahkan bisa jadi infeksi.Â
Batasi aktivitas si kecil agar bekas luka sunat cepat kering
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa salah satu cara agar luka sunat cepat kering adalah dengan membatasi aktivitas fisik. Jangan biarkan anak melakukan kegiatan yang membutuhkan posisi mengangkang, melompat, atau berlari. Hindari aktivitas tersebut selama kurang lebih tiga minggu sampai luka benar-benar kering.
Dampingi anak saat buang air besar (BAB)
Tidak hanya menemani anak anda saat buang air kecil, anda juga harus mendampinginya saat buang air besar. Pasalnya, anak akan merasa takut untuk buang air besar setelah khitan. Rasa nyeri pada bagian luka yang masih membayangi menjadi sakit. Untuk mengatasi hal tersebut, yakinkan anak bahwa ia pasti bisa melakukannya. Setelah BAB, anda juga harus membantu anak untuk membersihkan bagian belakang tubuhnya agar tidak mengenai luka sunat.
Hindari langsung mandi atau jika khawatir, lebih baik waslap saja agar luka bekas sunat cepat kering
Setelah sunat, anak memang diperbolehkan mandi seperti biasa selama tidak mengenai bekas luka. Namun jika anda khawatir bahwa kegiatan tersebut justru dapat memperlambat masa penyembuhan luka sunat. Membersihkan tubuh dengan waslap agar anak tetap merasa segar. Namun anak tetap harus mandi.
Kapan harus kontrol ke dokter?
Terdapat beberapa syarat yang mengharuskan Anda untuk membawa anak ke dokter, antara lain: rasa nyeri tidak kunjung mereda setelah 3 hari, luka sunat tetap membengkak meski sudah dikompres es /rivanol, luka sunat memerah, luka sunat mengeluarkan nanah, demam tinggi, tidak bisa buang air besar, anak alergi obat, anak belum bisa beraktivitas seperti biasanya setelah lebih dari tiga hari. Jika memang ada beberapa hal yang mengganggu karena keluhan si kecil pasca sunat, tak perlu sungkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan memberikan arahan serta resep obat agar luka sunat cepat kering. itulah Cara Merawat Luka Sunat Anak Semoga bermanfaat!
[/et_pb_text][/et_pb_column_inner][/et_pb_row_inner][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_4″ _builder_version=”4.16″ custom_padding=”|||” global_colors_info=”{}” custom_padding__hover=”|||”][et_pb_sidebar area=”et_pb_widget_area_1″ _builder_version=”4.16″ body_font=”Poppins||||||||” body_text_color=”#FFFFFF” body_font_size=”0.9vw” body_line_height=”1.8em” background_color=”#eb3155″ custom_padding=”1vw|1vw|1vw|1vw|true|true” custom_padding_tablet=”3vw|3vw|3vw|3vw|true|true” custom_padding_phone=”5vw|5vw|5vw|5vw|true|true” custom_padding_last_edited=”on|phone” body_font_size_tablet=”1.9vw” body_font_size_phone=”3.4vw” body_font_size_last_edited=”on|phone” border_radii=”on|10px|10px|10px|10px” border_width_all=”1.2px” border_color_all=”rgba(0,0,0,0)” global_module=”987466610″ global_colors_info=”{}” border_color_all__hover=”#eb3155″ border_color_all__hover_enabled=”on|hover”][/et_pb_sidebar][/et_pb_column][/et_pb_section]
Add comment