Khitan Menurut bahasa Artinya – Dalam Islam sendiri khitan adalah sebuah hal yang harus dilakukan oleh seorang laki-laki. Sunat atau istilah lainnya Khitan menurut bahasa artinya adalah sebuah kegiatan memotong bagian depan kepala penis pada alat kelamin laki-laki. Tentunya kegiatan seperti ini tidak semerta – merta ada, melainkan ada beberapa manfaat dan tujuan tertentu di dibalik tujuan tersebut.
Khitan Menurut bahasa Artinya
Sebelum membahas lebih dalam tentang khitan atau sunat tersebut. Ada baiknya jika di jelaskan pengertian dari khitan terlebih dahulu. Khitan menurut bahasa Arab adalah memotong, tentunya memotong yang dimaksud di sini bukan sembarang memotong. Umumnya kegiatan ini akan merujuk pada memotong atau menghilangkan bagian tertentu yang ada pada ujung penis.
Jelaskan pengertian khitan menurut istilah medis, adalah suatu tindakan memotong atau menghilangkan sebagian atau bahkan seluruh kulit penutup depan dari penis itu sendiri. Dimana bagian frenulum pada penis dapat juga dipotong secara bersamaan, dengan menggunakan prosedur yang bernama frenetomi.
Jika berdasarkan Imam al-Mawardi, khitan sendiri adalah pemotongan kulit yang sebelumnya menutupi kepala penis atau khasafah. Teknik yang baik adalah dengan mencakup pemotongan pangkal kulit dan pangkal kepala penis, minimal nya tidak ada lagi kulit yang menutupinya.
Sebenarnya kegiatan sunat ini sendiri tidak hanya dilakukan oleh laki-laki saja, wanita juga sebaiknya melakukan sunat atau khitan. Hanya saja bagian yang akan dikhitan berbeda.
Hukum Khitan
Ada hukum yang jelas di balik pelaksanaan khitan ini, baik untuk anak perempuan dan anak laki-laki. Dimana untuk anak laki-laki khitan wajib hukumnya di laksanakan sebelum seseorang memasuki akhil baligh. Seperti yang diriwayatkan oleh Iman Abud Dawud dan juga Ahmad, yang isinya tentang membuang buku rambut, kekufuran dan berkhitan lah. Dari sinilah kebanyakan ulama memutuskan bahwa khitan pada laki-laki hukumnya wajib.
Sedangkan untuk perempuan, hukumnya sunnah atau hanya sebagai bentuk penghormatan semata. Hal ini dituturkan oleh hampir semua ulama Fiqih, berdasarkan firman Allah SWT dalam Al-Quran Surat An-Nisa ayar 125, yang menyatakan bahwa ada perintah untu Nabi Muhammad SAW, untuk mengikuti ajaran Nabi Ibrahim AS.
Tujuan dari Khitan
Selain berdasarkan hukum, ada juga tujuan dari dilakukannya kegiatan tersebut. Lalu jelaskan tujuan dari khitan:
Jika khitan menurut bahasa adalah memotong, maka yang dimaksud disini adalah memotong kulit terluar bagian ujung penis. Tujuannya tidak lain adalah untuk mempermudah para pria untuk membersihkan bagian tersebut setelah buang air bersih. Karena pada dasarnya ini adalah salah satu syarat dari menjaga kebersihan dan kesucian.
[/et_pb_text][et_pb_image src=”https://www.plazamedis.id/wp-content/uploads/2021/03/pexels-павел-сорокин-2324837-1.jpg” _builder_version=”4.9.2″ _module_preset=”default” alt=”Khitan Menurut bahasa Artinya” title_text=”Khitan Menurut bahasa Artinya” hover_enabled=”0″ sticky_enabled=”0″][/et_pb_image][et_pb_text _builder_version=”4.9.2″ _module_preset=”default” hover_enabled=”0″ sticky_enabled=”0″]Adapun tujuan khitan adalah untuk menghindari resiko terjadinya penyakit menular pada organ seksual tersebut, seperti penyakit herpes dan juga sifilis. Atau juga penyakit yang kerap kali terjadi pada organ saluran kemih, seperti infeksi saluran kemih. Prosedur seperti ini, tentunya tidak akan mengurangi masalah kesuburan atau juga mengurangi kenikmatan ketika melakukan hubungan intim.
Justru dengan melakukan sunat atau khitan seperti ini, maka kelamin jadi lebih bersih, dan sperma yang keluar, tidak akan mudah terkontaminasi dengan kotoran lain, terutama dari sisa air seni itu sendiri.
Dengan melakukan sunat seseorang juga tidak mudah terkena penyakit kanker penis dan juga kanker serviks, karena kebersihannya jadi lebih terjaga dengan baik.
Tentang Khitan
Jika ulasan tentang Khitan menurut bahasa artinya sudah Anda ketahui dari penjelasan di atas. Maka berikut ini adalah beberapa hal lain yang perlu Anda ketahui tentang khitan atau sunat itu sendiri.
Seperti yang dijelaskan di atas, khitan bermanfaat untuk menjaga kebersihan dan kesehatan dari organ intim pria itu sendiri. Dimana seorang pria yang sudah melakukan sunat tidak akan mudah terkena beberapa penyakit yang sering terjadi pada organ intim tersebut, seperti infeksi saluran kemih, bahkan hingga kanker penis. Lantaran penis akan senantiasa terjaga kebersihannya.
Adapun bagian yang dipotong saat khitan adalah hanya bagian ujung penis, tepatnya bagian kulup yang menyelubungi ujung penis itu sendiri. Dimana banyak yang tidak menyadari bahwa kulup sendiri dapat menjadi sebuah tempat atau bahkan jalur masuknya penyakit tertentu, yang nantinya menyebabkan infeksi pada bagian tersebut. Sunat mampu menghilangkan keterikatan kulup dengan dasar glans, dan membuatnya tampak rapi dan mudah dibersihkan.
Sedangkan untuk anak perempuan, bagian yang akan dikhitan atau disunat adalah, pada bagian bawah kulit yang lebih, dan menutup bagian klitoris. Letaknya di atas vagina, yang bentuknya menyerupai jengger ayam.
Kegiatan sunat itu sendiri, dalam Islam akan dilakukan oleh semua laki-laki. Baik anak-anak hingga orang dewasa. Umumnya kegiatan ini akan dilakukan ketika masih berusia anak-anak, terutama ketika anak tersebut berusia 7 tahun. Karena dianggap usia tersebut sebagai usia yang baik. Tapi banyak juga orang tua yang melakukan sunat atau khitan ketika anaknya masih bayi atau balita. Alasannya pada usia tersebut, anak lebih cepat sembuh.
Berdasarkan hadist HR. Ath Thabrani dalam Ash Shogir Rasulullah berkata bahwa akan mengkhitan kan cucunya pada hari ketujuh setelah kelahirannya.
Sedangkan berdasarkan kedokteran waktu yang tepat untuk melakukan khitan adalah pada hari ketiga atau ketujuh setelah kelahiran. Alasannya, pada waktu tersebut, akan sangat meringankan bayi, untuk meredakan rasa sakit, sewaktu dikhitan.
Sedangkan kegiatan sunah yang dilakukan oleh pria dewasa terbilang jarang. Terkecuali, ketika pria tersebut akan masuk Islam, dan belum pernah melakukan sunat.
Pada dasarnya kegiatan sunat ini sendiri dapat dilakukan pada hari apa saja. Karena pada dasarnya setiap hari itu baik. Tapi yang paling baik adalah khitan di hari jumat, berdasarkan sebuah riwayat, ketika Rasulullah ditanya tentang hari Jum’at Beliau mengatakan bahwa hari Jum’at adalah hari menyambungkan dan pernikahan. Ini pula yang mendasari banyak orang tua yang melakukan sunat atau khitan pada hari jum’at.
Dibanding dahulu, saat ini proses khitan terbilang lebih mudah an lebih cepat. tentu saja hal ini dibantu oleh teknologi kedokteran terbaru. Yang membuat proses sunat jadi lebih cepat, dan proses penyembuhan nya juga jadi lebih cepat pula.
Dari penjelasan di atas, jelas sudah bahwa pengertian khitan menurut bahasa artinya memotong. Tepatnya memotong bagian ujung pada organ kemaluan pria. Dalam hal ini tidak hanya pria saja yang akan melakukan khitan, tapi juga perempuan. Hanya bedanya, untuk pria hukumnya wajib, sedangkan untuk wanita hukumnya sunnah.
Tujuan dari kegiatan ini tidak lain adalah untuk menjaga kebersihan dan menghindari dari beberapa penyakit yang mungkin saja terjadi pada organ intim pria atau wanita itu sendiri. Mengingat organ tersebut, rentan terkena beberapa jenis penyakit. Selain itu, teknik sunat atau khitan sendiri sebaiknya tidak dilakukan oleh sembarang orang. Sebaiknya dilakukan oleh orang yang memang ahli, seperti dokter. Agar proses sunat dapat dilakukan sebagaimana mestinya dan tidak mengakibatkan efek samping negatif, terutama karena kesalahan prosedur.
[/et_pb_text][/et_pb_column_inner][/et_pb_row_inner][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_4″][et_pb_sidebar area=”et_pb_widget_area_1″ _builder_version=”4.4.9″ body_font=”|700|||||||” body_text_color=”#000000″ background_color=”#e8e8e8″ custom_padding=”10px|10px|10px|10px|true|true” border_width_all=”1.2px” border_color_all=”rgba(0,0,0,0)” border_color_all__hover_enabled=”on|hover” border_color_all__hover=”#eb3155″ body_text_color__hover_enabled=”on|hover” body_text_color__hover=”#eb3155″ global_module=”987466610″][/et_pb_sidebar][/et_pb_column][/et_pb_section]
Add comment