[et_pb_section fb_built=”1″ specialty=”on” _builder_version=”4.19.4″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}”][et_pb_column type=”3_4″ specialty_columns=”3″ _builder_version=”4.16″ custom_padding=”|||” global_colors_info=”{}” custom_padding__hover=”|||”][et_pb_row_inner _builder_version=”4.19.4″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}”][et_pb_column_inner saved_specialty_column_type=”3_4″ _builder_version=”4.19.4″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}”][et_pb_text _builder_version=”4.19.4″ _module_preset=”default” link_text_color=”#0C71C3″ hover_enabled=”0″ global_colors_info=”{}” sticky_enabled=”0″]
Mengenal Lebih Jauh Apa Itu Asites – Asites atau bahasa umumnya penumpukan cairan di dalam rongga antara selaput yang melapisi dinding perut (peritoneum) dan organ dalam perut. Efek dari penumpukan cairan ini menyebabkan perut tampak membesar. Biasanya, penyakit asites paling sering disebabkan oleh sirosis hati.
Bukan hanya sirosis hati, asites juga dapat disebabkan oleh kurangnya albumin lho bestie. Apa sih albumin ? Albumin merupakan salah satu jenis protein yang berfungsi untuk mengikat cairan lho bestie. Jika tubuh kekurangan albumin (hipoalbuminemia), dapat menyebabkan cairan di dalam pembuluh darah akan bocor ke jaringan sekitar sehingga terjadi yang dinamakan penumpukan ya bestie.
Penyebab Asites
Asites dapat terjadi ketika jumlah cairan di dalam rongga peritoneal ini lebih dari 25 ml lho bestie. Kondisi ini sering kali disebabkan oleh penyakit hati, dan penurunan jumlah bahkan produksi albumin.
Penyakit hati dapat menyebabkan tekanan pembuluh darah vena di hati akan meningkat. Kondisi ini dapat menyebabkan bocornya cairan dari pembuluh darah ke jaringan sekitar, termasuk rongga peritoneal lho bestie.
Baca Juga : Hati-hati !! fatty liver atau perlemakan hati
Dibawah ini adalah beberapa penyakit hati yang dapat memicu timbulnya asites:
- Sirosis
sirosis merupakan kemunculan jaringan parut di hati yang dapat menyebabkan penurunan fungsi hati atau gagal hati. - Gagal hati akut
akut merupakan salah satu kondisi yang menyebabkan asites. Kondisi ini dapat terjadi akibat cedera di sel hati akibat efek samping obat-obatan yang sering dikonsumsi - Budd-Chiari syndrome
Sindrom ini disebabkan oleh sumbatan di pembuluh darah vena hati. Penyumbatan tersebut mengakibatkan tekanan pembuluh darah di hati dapat meningkat (hipertensi portal). - Kanker hati
Kanker hati bisa membuat peritoneum berlubang dan meningkatkan tekanan di dalam hati. Akibatnya, cairan bisa masuk ke dalam rongga peritoneal. Pada umumnya, asites dapat terjadi pada kanker hati yang telah memasuki stadium lanjut..
Selain beberapa penyakit hati di atas, ada beberapa kondisi lain yang dapat memicu timbulnya asites lho bestie, berikut:
- Sindrom nefrotik
terjadi ketika ginjal mengalami kerusakan dan protein yang seharusnya tetap di dalam tubuh ikut keluar melalui urine. Kurangnya jumlah kadar protein ini membuat tekanan yang menahan cairan tetap di dalam pembuluh darah (tekanan onkotik) menurun sehingga cairan keluar ke organ di sekitar.
- Gagal jantung
terjadi ketika otot jantung tidak mampu memompa cairan dan darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini bahkan dapat membuat cairan kembali ke paru-paru atau organ lain dan bocor ke rongga peritoneal.
- Gangguan pankreas
Gangguan pankreas yang bisa meningkatkan risiko terjadinya asites adalah Pankreatitis kronis dapat menyebabkan malnutrisi, termasuk protein. Efeknya, tekanan onkotik menurun dan menyebabkan cairan bocor ke jaringan sekitar, termasuk ke rongga peritoneal.
- Iritasi pada peritoneum
Iritasi pada peritoneum ini dapat mengakibatkan kanker atau infeksi yang membuat cairan bocor ke dalam rongga peritoneal.
- Penyakit pada indung telur (ovarium)
Baik tumor ganas (kanker) maupun tumor jinak di ovarium, seperti Meigs syndrome, dapat menyebabkan kerusakan pada peritoneum sehingga cairan bocor ke rongga peritoneal.
Jadi Seperti itu ya bestie penjelasan singkat mengenai Ascites
Jika bestie mengalami gejala-gejala di atas maka segera konsultasikan langsung ke dokter kami hanya di Plazamedis
[/et_pb_text][/et_pb_column_inner][/et_pb_row_inner][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_4″ _builder_version=”4.16″ custom_padding=”|||” global_colors_info=”{}” custom_padding__hover=”|||”][et_pb_sidebar area=”et_pb_widget_area_1″ _builder_version=”4.16″ body_font=”Poppins||||||||” body_text_color=”#FFFFFF” body_font_size=”0.9vw” body_line_height=”1.8em” background_color=”#eb3155″ custom_padding=”1vw|1vw|1vw|1vw|true|true” custom_padding_tablet=”3vw|3vw|3vw|3vw|true|true” custom_padding_phone=”5vw|5vw|5vw|5vw|true|true” custom_padding_last_edited=”on|phone” body_font_size_tablet=”1.9vw” body_font_size_phone=”3.4vw” body_font_size_last_edited=”on|phone” border_radii=”on|10px|10px|10px|10px” border_width_all=”1.2px” border_color_all=”rgba(0,0,0,0)” global_module=”987466610″ global_colors_info=”{}” border_color_all__hover=”#eb3155″ border_color_all__hover_enabled=”on|hover”][/et_pb_sidebar][/et_pb_column][/et_pb_section]

Add comment