Skip to content
Risk Detection Level 19–22 • Fungsi Kardiovaskular & Paru

EKG, Spirometri & Treadmill dalam Medical Check Up Karyawan

Tiga pemeriksaan yang menjawab pertanyaan paling operasional dalam kesehatan kerja: mampukah karyawan ini menjalankan tugas fisik yang dituntut pekerjaannya dengan aman.

  • EKG untuk deteksi aritmia dan penyakit jantung laten
  • Spirometri untuk mengukur kapasitas dan fungsi paru
  • Treadmill untuk menilai kapasitas kerja fisik
  • Inti penilaian fit to work pada pekerjaan berat
Karyawan menjalani pemeriksaan spirometri dengan pendampingan petugas terlatih pada MCU onsite di lokasi perusahaan
1.000+Peserta MCU per hari
43Risk Detection Level
3–10Hari kerja rilis hasil
100%Onsite di lokasi perusahaan

Dipercaya perusahaan & instansi lintas industri

Logo klien Plaza Medis 1 – perusahaan pengguna layanan MCU Logo klien Plaza Medis 2 – perusahaan pengguna layanan MCU Logo klien Plaza Medis 3 – perusahaan pengguna layanan MCU Logo klien Plaza Medis 4 – perusahaan pengguna layanan MCU Logo klien Plaza Medis 5 – perusahaan pengguna layanan MCU Logo klien Plaza Medis 6 – perusahaan pengguna layanan MCU Logo klien Plaza Medis 7 – perusahaan pengguna layanan MCU Logo klien Plaza Medis 8 – perusahaan pengguna layanan MCU Logo klien Plaza Medis 9 – perusahaan pengguna layanan MCU Logo klien Plaza Medis 11 – perusahaan pengguna layanan MCU Logo klien Plaza Medis 12 – perusahaan pengguna layanan MCU Logo klien Plaza Medis 13 – perusahaan pengguna layanan MCU Logo klien Plaza Medis 14 – perusahaan pengguna layanan MCU Logo klien Plaza Medis 15 – perusahaan pengguna layanan MCU Logo klien Plaza Medis 16 – perusahaan pengguna layanan MCU Logo klien Plaza Medis 17 – perusahaan pengguna layanan MCU Logo klien Plaza Medis 18 – perusahaan pengguna layanan MCU Logo klien Plaza Medis 19 – perusahaan pengguna layanan MCU
Tentang Layanan

Menilai Kapasitas Kerja, Bukan Hanya Mendeteksi Penyakit

Pada banyak pekerjaan — operator alat berat, pemadam kebakaran industri, pekerja ketinggian, awak kendaraan, personel tambang — pertanyaan yang harus dijawab MCU bukan sekadar apakah seseorang sehat, melainkan apakah jantung dan parunya sanggup menanggung beban kerja yang akan dihadapinya, termasuk saat situasi darurat.

EKG merekam aktivitas listrik jantung dan dapat mengungkap gangguan irama serta tanda penyakit jantung yang belum bergejala. Spirometri mengukur volume dan kecepatan aliran udara paru, membedakan gangguan restriktif dari obstruktif, dan menjadi parameter kunci bagi pekerja yang terpapar debu, asap, dan uap kimia. Treadmill menilai respons jantung terhadap beban fisik bertingkat — informasi yang tidak bisa diperoleh dari pemeriksaan saat istirahat.

Ketiganya dapat dijalankan onsite dengan peralatan portabel. Untuk spirometri, kualitas hasil sangat bergantung pada teknik peserta saat meniup, sehingga pemeriksaan dipandu petugas terlatih dan diulang sampai memenuhi kriteria keterbacaan — sebuah detail yang sering diabaikan namun menentukan validitas data.

Deteksi Risiko

Risiko Kesehatan yang Dapat Dideteksi

Kondisi jantung dan paru yang terungkap melalui rangkaian pemeriksaan ini.

  • Risiko penyakit jantung laten yang belum bergejala
  • Risiko aritmia atau gangguan irama jantung
  • Risiko penurunan kapasitas paru dan kebugaran fisik
  • Risiko penyakit paru restriktif maupun obstruktif
  • Risiko kejadian kardiovaskular saat menjalankan kerja berat
  • Penurunan fungsi paru akibat paparan debu dan uap kerja
Cakupan Peserta

Siapa yang Perlu Menjalani Fungsi Kardiovaskular & Paru

Rangkaian ini menjadi prioritas pada pekerjaan dengan tuntutan fisik tinggi dan risiko keselamatan besar.

  • Operator alat berat dan kendaraan operasional
  • Pekerja ketinggian dan ruang terbatas
  • Personel tanggap darurat dan pemadam kebakaran industri
  • Pekerja tambang dan konstruksi dengan beban fisik berat
  • Pekerja terpapar debu, asap las, dan uap kimia
  • Karyawan usia 40 tahun ke atas dengan faktor risiko kardiovaskular
Analisis Komparasi

Pemeriksaan Sebagai Formalitas vs Sebagai Alat Deteksi Risiko

Nilai terbesar Medical Check Up bukan pada banyaknya pemeriksaan yang dilakukan, melainkan pada bagaimana hasilnya diterjemahkan menjadi tindakan yang terukur.

Perbandingan medical check up konvensional dengan pendekatan GMeds Plaza Medis
Medical Check Up KonvensionalPendekatan GMeds Plaza Medis
Berfokus pada proses pemeriksaanBerfokus pada outcome bisnis
Berakhir di laporanBerlanjut dengan Action Plan
Data kesehatan hanya tersimpanData menjadi dasar keputusan HR & HSE
Temuan risiko tidak diprioritaskanRisiko dipetakan dan ditindaklanjuti
Monitoring terbatasMonitoring & evaluasi berkelanjutan
Sekadar memenuhi kewajiban tahunanMendukung produktivitas dan stabilitas operasional
Diferensiasi Layanan

Yang Membedakan GMeds Bukan MCU-nya, Tetapi Apa yang Terjadi Setelahnya

Bagi kami, penyerahan laporan justru titik awal pengelolaan kesehatan tenaga kerja. Pendekatan Pre-MCU, Onsite MCU, dan Post-MCU dijalankan terintegrasi.

Risk-Based Medical Check Up

Parameter pemeriksaan disusun presisi mengikuti profil bahaya dan risiko pekerjaan di lapangan, bukan paket seragam.

Integrated Pre–On–Post MCU

Pendampingan menyeluruh sebelum, saat, dan setelah pemeriksaan sehingga hasil MCU benar-benar ditindaklanjuti.

Actionable Health Analytics

Data kesehatan diolah menjadi insight yang mendukung keputusan HR dan HSE, lengkap dengan risk mapping per departemen.

Continuous Health Monitoring

Program monitoring, konsultasi dokter, dan edukasi untuk memastikan tindak lanjut berjalan sepanjang tahun.

Measurable Business Outcome

Fokus pada pengelolaan risiko SDM, penurunan absensi sakit, peningkatan produktivitas, dan stabilitas operasional.

Compliance Kemenaker & K3

Laporan PJCI serta dokumentasi pemeriksaan yang siap digunakan saat audit Disnaker dan auditor sistem manajemen K3.

Paket Layanan

Tingkatan Program MCU yang Mencakup Fungsi Kardiovaskular & Paru

Pendekatan Productivity Level Based Medical Check Up — tiga tingkatan program yang dirancang sebagai ekosistem produktivitas, bukan sekadar pengujian medis sesaat.

Standard Compliance

Program Basic

Standar MCU esensial berbasis deteksi risiko kerja dan pemenuhan regulasi Kemenaker RI untuk seluruh tenaga kerja.

  • Job Risk Survey / Interview
  • MCU by Risk Detection Approach
  • Medical Summary Report (PDF via WhatsApp)
  • Corporate Summary Report (Ms. Excel)
  • Web Based Report Portal
  • Result Presentation ke Manajemen
  • PJCI Report (Laporan Resmi Disnaker/Kemenaker)
  • Result Consultation oleh Dokter
  • Health Talk / Edukasi Kesehatan Karyawan
  • Personal Health Profile Report
  • Corporate Health Profile Report
  • My Private Doctor (Konsultasi Online)
  • Post MCU Health Program (3–6 Bulan)
  • Chronic Disease Management
  • Senior Wellness Program
  • Outcome Monitoring (Absenteeism & Productivity Proxy)
  • Quarterly Management Health Review
Konsultasi Program Basic
Paling DiminatiRekomendasi HR & HSE

Program Pro

Pendekatan preventif aktif: konsultasi dokter, health talk, personal health profile, dan pendampingan pasca-MCU 3–6 bulan.

  • Job Risk Survey / Interview
  • MCU by Risk Detection Approach
  • Medical Summary Report (PDF via WhatsApp)
  • Corporate Summary Report (Ms. Excel)
  • Web Based Report Portal
  • Result Presentation ke Manajemen
  • PJCI Report (Laporan Resmi Disnaker/Kemenaker)
  • Result Consultation oleh Dokter
  • Health Talk / Edukasi Kesehatan Karyawan
  • Personal Health Profile Report
  • Corporate Health Profile Report
  • My Private Doctor (Konsultasi Online)
  • Post MCU Health Program (3–6 Bulan)
  • Chronic Disease Management
  • Senior Wellness Program
  • Outcome Monitoring (Absenteeism & Productivity Proxy)
  • Quarterly Management Health Review
Konsultasi Program Pro
Executive & Holistic

Program Ultimate

Manajemen kesehatan menyeluruh dengan chronic disease management, monitoring absensi, dan review triwulanan bersama manajemen.

  • Job Risk Survey / Interview
  • MCU by Risk Detection Approach
  • Medical Summary Report (PDF via WhatsApp)
  • Corporate Summary Report (Ms. Excel)
  • Web Based Report Portal
  • Result Presentation ke Manajemen
  • PJCI Report (Laporan Resmi Disnaker/Kemenaker)
  • Result Consultation oleh Dokter
  • Health Talk / Edukasi Kesehatan Karyawan
  • Personal Health Profile Report
  • Corporate Health Profile Report
  • My Private Doctor (Konsultasi Online)
  • Post MCU Health Program (3–6 Bulan)
  • Chronic Disease Management
  • Senior Wellness Program
  • Outcome Monitoring (Absenteeism & Productivity Proxy)
  • Quarterly Management Health Review
Konsultasi Program Ultimate

Seluruh paket dapat dikustomisasi berdasarkan jumlah peserta, profil risiko jabatan, dan regulasi K3 yang wajib dipenuhi perusahaan Anda.

Risk Detection Level 1–43

Parameter Pemeriksaan & Risiko Kesehatan yang Dapat Dideteksi

Setiap parameter memiliki target pemetaan risiko klinis dan okupasi yang spesifik. Kombinasi parameter ditentukan berdasarkan hasil job risk survey di tempat kerja Anda.

Risk Detection Level 1

Pemeriksaan Fisik Lengkap

Anamnesis, tekanan darah, nadi, BMI, dan complete physical examination untuk mendeteksi risiko metabolik, hipertensi tidak terdiagnosis, gangguan irama jantung, serta penurunan kapasitas kerja.

Risk Detection Level 2

Hematologi

Deteksi risiko anemia dan kelelahan kronis, infeksi akut maupun kronis, gangguan pembekuan darah, dan penurunan daya tahan tubuh pekerja.

Risk Detection Level 3

Urine Lengkap

Deteksi dini risiko penyakit ginjal, infeksi saluran kemih, diabetes yang belum terdiagnosis, dehidrasi kronis pada pekerja area panas, serta gangguan hati dan saluran empedu.

Risk Detection Level 4

Thorax X-Ray

Skrining risiko TBC aktif maupun laten, penyakit paru kronis, pembesaran jantung, dan gangguan respirasi yang berkaitan dengan lingkungan kerja berdebu.

Risk Detection Level 5–7

Diabetes Marker (GDS/GDP, 2 Jam PP, HbA1C)

Deteksi risiko diabetes mellitus, prediabetes, komplikasi metabolik jangka panjang, dan penurunan produktivitas akibat fluktuasi gula darah.

Risk Detection Level 8–11

Lipid Profile (Kolesterol, Trigliserida, HDL, LDL)

Deteksi risiko aterosklerosis, penyakit jantung koroner, stroke, serta dislipidemia akibat pola kerja shift dan gaya hidup.

Risk Detection Level 12–14

Renal Function (Ureum, Kreatinin, Asam Urat)

Deteksi risiko gagal ginjal kronis dini, hiperurisemia/gout, komplikasi metabolik, dan penurunan kapasitas kerja ginjal.

Risk Detection Level 15–18

Liver Function (SGOT, SGPT, Gamma GT, Cholinesterase, Alkali Fosfatase)

Deteksi risiko fatty liver, hepatitis, kerusakan hati akibat alkohol atau obat, serta gangguan metabolisme obat dan paparan pestisida.

Risk Detection Level 19–22

Cardiovascular Function (EKG, Spirometry, Treadmill)

Deteksi risiko penyakit jantung laten, aritmia, penurunan kapasitas paru dan fisik, penyakit paru restriktif/obstruktif, serta risiko kejadian kardiovaskular saat kerja berat.

Risk Detection Level 23–24

Audiometry & Fatigue Test

Deteksi risiko gangguan pendengaran akibat kebisingan kerja, kelelahan kronis, human error dan kecelakaan kerja, serta burnout dan penurunan konsentrasi.

Risk Detection Level 25–28

Drug Screening (1, 3, 5, atau 6 Parameter)

Deteksi risiko penyalahgunaan zat, kecelakaan kerja, ketidakpatuhan terhadap regulasi, serta gangguan perilaku dan keselamatan kerja.

Risk Detection Level 29–31

USG Abdomen, Autorefractometry & Rectal Study

Deteksi risiko fatty liver, batu empedu/ginjal, kelainan struktural organ dalam, gangguan refraksi dan kelelahan mata kronis, serta risiko gangguan saluran cerna.

Risk Detection Level 32–37

Serologi Marker (HBsAg, Anti-HBs, Anti-HCV, HIV, Syphilis)

Deteksi risiko hepatitis B kronis, status perlindungan vaksinasi, hepatitis C tanpa gejala, penurunan imunitas, dan komplikasi sistemik.

Risk Detection Level 38–41

Biomonitoring Logam Berat (Pb, Hg, As, Cd)

Deteksi risiko paparan logam berat, keracunan kronis, gangguan saraf dan ginjal, serta Penyakit Akibat Kerja (PAK) pada industri berisiko tinggi.

Risk Detection Level 42–43

Pap Smear & Golongan Darah

Deteksi risiko kanker serviks dini pada pekerja wanita, masalah kompatibilitas transfusi, dan kesiapan data darah untuk kegawatdaruratan medis di lokasi kerja.

Kustomisasi

Kombinasi Parameter Sesuai Risiko Jabatan

Kombinasi akhir parameter MCU disusun bersama tim medis GMeds mengikuti hasil job risk survey, regulasi K3 yang berlaku, serta anggaran dan jumlah peserta perusahaan Anda.

Alur Kerja

Alur Pelaksanaan Pemeriksaan di Lokasi Perusahaan

Enam tahap terstruktur dari perencanaan sampai tindak lanjut, dirancang agar operasional perusahaan tetap berjalan normal.

Risk Survey & Need Assessment

Tim dokter okupasi memetakan bahaya lingkungan kerja, jenis pekerjaan, dan kebutuhan kepatuhan perusahaan Anda.

Desain Parameter MCU

Paket pemeriksaan disusun sesuai profil risiko setiap fungsi jabatan, sehingga anggaran terpakai untuk parameter yang relevan.

Persiapan & Koordinasi Teknis

Penjadwalan per shift, penyiapan alur peserta, tim medis, alat mobile, dan logistik sampai di lokasi perusahaan.

Pelaksanaan Onsite MCU

Pemeriksaan berlangsung cepat dan tertib di area perusahaan, dirancang agar tidak menghentikan lini produksi.

Laporan Korporat & Individual

Medical Summary Report, Corporate Health Profile, Fit to Work Analytics, risk mapping per departemen, dan PJCI Report.

Rekomendasi & Program Pasca-MCU

Presentasi hasil ke manajemen, konsultasi karyawan berisiko, action plan, dan monitoring outcome berkala.

Parameter Laboratorium

Komponen Pemeriksaan

Aspek yang dinilai dalam rangkaian pemeriksaan kardiovaskular dan paru.

  • EKG istirahat
  • Irama & frekuensi jantung
  • Tanda iskemia
  • Spirometri FVC
  • Spirometri FEV1
  • Rasio FEV1/FVC
  • Pola restriktif
  • Pola obstruktif
  • Treadmill bertingkat
  • Respons tekanan darah
  • Kapasitas kerja fisik
  • Penilaian fit to work
Dokumentasi

Galeri Pelaksanaan & Fasilitas Medical Check Up

Dokumentasi tim medis, peralatan mobile, dan alur pemeriksaan onsite di lokasi perusahaan klien.

Pemeriksaan tekanan darah karyawan sebelum penilaian kapasitas kerja fisik
Pelaksanaan medical check up karyawan di ruang perusahaan dengan beberapa stasiun pemeriksaan
Stasiun pemeriksaan MCU onsite untuk ratusan peserta di area kerja perusahaan
Pemeriksaan audiometri karyawan di bilik kedap suara pada MCU onsite
Tim medis Plaza Medis menjalankan rangkaian pemeriksaan karyawan di lokasi perusahaan
Pemeriksaan penunjang radiologi dalam rangkaian medical check up karyawan
Tanya Jawab

Pertanyaan Seputar Fungsi Kardiovaskular & Paru

Jawaban atas pertanyaan yang paling sering diajukan HR, HSE, dan manajemen sebelum menjadwalkan MCU karyawan.

Apakah pemeriksaan kardiovaskular dan paru bisa dilakukan onsite di lokasi perusahaan?
Bisa. Seluruh parameter dalam program kami dirancang untuk pelaksanaan onsite: tim medis, peralatan portabel, dan perlengkapan penanganan spesimen dibawa langsung ke kantor, pabrik, atau site Anda, sehingga karyawan tidak perlu meninggalkan tempat kerja.
Berapa biaya pemeriksaan ini dalam paket MCU perusahaan?
Parameter ini tidak dijual terpisah, melainkan menjadi bagian dari paket yang disusun sesuai profil risiko perusahaan. Biayanya bergantung pada kombinasi parameter, jumlah peserta, dan lokasi pelaksanaan. Hubungi advisor GMeds untuk simulasi penawaran resmi tanpa biaya.
Apakah parameter ini wajib untuk semua karyawan?
Tidak selalu. Dalam pendekatan MCU berbasis risiko, parameter diterapkan pada kelompok jabatan yang memang menghadapi risiko terkait. Job risk survey oleh dokter okupasi menentukan siapa yang membutuhkannya, sehingga anggaran tidak terbuang pada pemeriksaan yang tidak relevan.
Apakah treadmill test aman dilakukan di lokasi perusahaan?
Pemeriksaan dilakukan dengan pendampingan tenaga medis, didahului penilaian kelayakan peserta, dan dihentikan bila muncul keluhan atau respons yang tidak diharapkan. Peserta dengan kondisi tertentu tidak dianjurkan menjalani treadmill, dan dokter akan menentukan alternatif penilaian yang sesuai.
Mengapa hasil spirometri karyawan kami banyak yang tidak terbaca?
Spirometri sangat bergantung pada teknik peniupan peserta. Hasil tidak terbaca umumnya berasal dari instruksi yang kurang jelas atau pengulangan yang tidak cukup. Dalam pelaksanaan kami, setiap peserta dipandu petugas terlatih dan pemeriksaan diulang hingga memenuhi kriteria keterbacaan.
Bagaimana hasil pemeriksaan dilaporkan kepada perusahaan?
Karyawan menerima Medical Summary Report individual yang bersifat rahasia, sementara manajemen menerima data agregat: Corporate Health Profile, Fit to Work Summary, dan pemetaan risiko per departemen — bukan detail diagnosis personal.
Apa yang terjadi jika ditemukan hasil yang tidak normal?
Temuan berisiko ditindaklanjuti melalui program pasca-MCU: konsultasi dokter bagi karyawan bersangkutan, rekomendasi pemeriksaan lanjutan bila diperlukan, serta action plan bagi HR dan HSE untuk pengendalian risiko di area kerja terkait.
Apakah hasilnya bisa digunakan untuk laporan Disnaker?
Ya. Seluruh hasil pemeriksaan terangkum dalam PJCI Report sebagai laporan resmi ke Disnaker/Kemenaker, dan dokumentasinya siap digunakan saat audit sistem manajemen K3 maupun audit pelanggan.
Berapa lama hasil pemeriksaan keluar?
Umumnya 3–10 hari kerja, menyesuaikan kelengkapan paket dan parameter laboratorium yang dijalankan. Timeline disepakati sejak tahap perencanaan awal bersama tim advisor.

Butuh Fungsi Kardiovaskular & Paru untuk Program MCU Perusahaan Anda?

Dapatkan simulasi paket berbasis risiko kerja, estimasi biaya MCU karyawan, dan jadwal pelaksanaan onsite dari Corporate Advisor GMeds Plaza Medis.

logo plaza medis indonesia white
“Creating Productivity Through Health”
Icon label
Icon label
Icon label
Kontak Kami
Telepon: +62 811-9275-676
Whatsapp : +62 811-9275-676
Email : productivityadvisor@plazamedis.id
Lokasi Kami
Kompleks Ruko Plaza Pasar Baru Blok B1 Jl Moh Toha Pabuaran Tumpeng Tangerang
Jalan Raya Mauk No. 65 Karawaci RT 005, RT.003/RW.004, Pabuaran Tumpeng, Kec. Karawaci, Kota Tangerang, Banten 15112
Lelilef Sawai, Kec. Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara 97850
Copyright © 2026 Plaza Medis.