Saat ini para produsen vaksin telah melakukan uji klinis terhadap puluhan ribu orang. Hasil uji klinis dinyatakan efektif dan aman. Beberapa negara juga sudah memberikan persetujuan penggunaan darurat vaksin itu untuk penduduk mereka. Untuk penggunaan secara global, vaksin butuh rekomendasi dari WHO.
Beberapa kandidat vaksin Covid-19 yang tersedia saat ini belum ada yang siap diberikan untuk anak termasuk untuk penggunaan darurat. Biasanya, uji coba vaksin diperuntukkan bagi orang berusia dewasa lebih dulu. Setelah uji coba dinyatakan berhasil dan aman, barulah orang dewasa mendapat vaksin.
Itu artinya jalan vaksin anak untuk menghadapi virus corona masih panjang. Pfizer, misalnya, pada September 2020, Pfizer menjadi perusahaan pertama yang melibatkan anak-anak usia 12–15 tahun pada uji coba vaksin Covid-19. Tak hanya Pfizer, Moderna juga telah melakukan tes vaksin Covid-19 pada anak-anak usia 12–17 tahun. Penelitian vaksin akan berfokus pada dosis, jumlah dosis, dan jarak pemberian dosis untuk disesuaikan dengan usia anak. Ketika vaksin anak sudah menunjukkan keamanan pada anak berusia lebih tua, pengujian bisa bergeser ke anak yang lebih kecil. Misalnya 6-12 tahun. Lalu perlahan uji klinis dilakukan terhadap anak yang berusia di bawahnya hingga bayi.
Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan keamanan dan efektivitas vaksin Covid-19 untuk anak-anak sebelum vaksin ini bisa digunakan secara luas. Vaksin Covid-19 diperkirakan baru bisa didistribusikan dan diberikan kepada anak-anak dalam waktu 1 tahun ke depan.
Untuk pemberian vaksin Covid-19 pada anak di Indonesia, Kementerian Kesehatan mengatakan masih menunggu rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Strategic Advisory Group of Experts on Immunization (SAGE).
Proses vaksinasi Covid-19 telah dimulai. Kendati demikian, anak-anak dan bayi tidak termasuk ke dalam kelompok yang akan divaksin dalam waktu dekat. Menurut Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman B Pulungan, bayi dan anak-anak tidak ikut vaksinasi Covid-19 dikarenakan vaksin Covid-19 untuk anak-anak masih menunggu hasil uji klinis.
Selain itu Aman Bhakti Pulungan mengatakan hingga saat ini pihaknya belum mengeluarkan rekomendasi apapun terkait vaksinasi untuk anak. Aman mengatakan vaksin Sinovac saat ini baru direkomendasikan pada peserta dengan rentang usia 15 hingga 59 tahun. IDAI sampai saat ini berharap sejumlah penelitian terkait keamanan vaksin untuk anak dapat segera terwujud.
Yang jelas, vaksin anak perlu untuk memberantas suatu penyakit menular. Kemanjuran vaksin telah terbukti dalam memerangi berbagai penyakit, termasuk yang menjadi pandemi. Vaksin anak juga perlu guna mewujudkan herd immunity atau kekebalan kelompok dalam hal pencegahan Covid-19 di tingkat nasional ataupun global.
Sambil menunggu tersedianya vaksin Covid-19 untuk anak-anak, orang tua bisa melakukan pencegahan dengan selalu menerapkan protokol kesehatan serta mengingatkan anak untuk menerapkannya juga. Selain itu, sebisa mungkin hindari membawa anak bepergian ke luar rumah.

Add comment